
DALPAREDAKSI — Jum’at, 31 Juli 2026. Alhamdulillah, berkat Abah Guru, di malam yang insyaAllah penuh berkah ini telah terlaksana Malam Puncak Gemilang sekaligus Tasyakuran 40 Hari Santri/Wati Baru di Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang menjadi wadah apresiasi, pembinaan karakter, serta mempererat kebersamaan seluruh santri dan santriwati.
Malam Puncak Gemilang merupakan puncak dari rangkaian Program Gemilang yang rutin diselenggarakan setiap malam Sabtu. Pada bulan Juli ini, kegiatan tersebut dipadukan dengan Tasyakuran 40 Hari Santri/Wati Baru Kelas 1 Wustha yang menampilkan beragam kreativitas, bakat, dan hasil pembelajaran para santri serta santriwati selama menjalani masa awal pendidikan di pondok.
Penasaran bagaimana rangkaian kegiatan yang berlangsung pada malam penuh berkah tersebut? Berikut kami sajikan jalannya acara.
Rangkaian Jalannya Acara

Sebelum Abah Guru tiba di lokasi acara di Lapangan Utama Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, sekitar pukul 20.00 WITA para santri dan santriwati telah lebih dahulu berkumpul. Sembari menanti kedatangan beliau, suasana dihangatkan dengan penampilan Grup Habsyi dari santri Kelas 1 Wustha yang melantunkan berbagai qosidah dengan suara merdu. Lantunan tersebut disambut antusias oleh seluruh santri dan santriwati sehingga menambah semarak suasana malam itu.

Sekitar pukul 20.20 WITA, Abah Guru tiba di lokasi acara dan langsung menempati tempat yang telah disediakan. Acara pun resmi dimulai dengan pemutaran opening video yang membangkitkan semangat dan memeriahkan suasana. Setelah itu, Grup Habsyi Kelas 1 Wustha kembali tampil mempersembahkan lantunan qosidah di hadapan Abah Guru dan seluruh hadirin.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan kreativitas santriwati Kelas 1 Wustha yang mengangkat pentingnya mempelajari dan menggunakan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Setelah itu, para hadirin disuguhkan pemutaran film pendek hasil karya santriwati yang mendapat apresiasi dari seluruh peserta.

Selanjutnya, pembawa acara menyampaikan sambutan pembuka, kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Insyirah, yang dibacakan dengan penuh kekhusyukan oleh salah seorang santri Kelas 1 Wustha.

Acara berikutnya diisi dengan pemutaran video dokumentasi yang menampilkan berbagai aktivitas serta perjalanan 40 hari para santri dan santriwati Kelas 1 Wustha. Dalam video tersebut juga ditampilkan peran dan pendampingan dari kakak kelas 3 Ulya SYUBBANUNNUJABA yang selama ini membimbing mereka dalam berbagai kegiatan di pondok.

Memasuki acara inti, dilaksanakan peresmian simbolis Tasyakuran 40 Hari Santri/Wati Baru melalui pemasangan pin dan penyerahan kartu pelajar kepada tiga orang perwakilan santri Kelas 1 Wustha yang dilakukan langsung oleh Abah Guru. Sebagai ungkapan rasa syukur, acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan nasi tumpeng oleh beliau.

Momentum istimewa tersebut juga menjadi saksi lahirnya Qism Lughah Pondok yang diresmikan langsung oleh Abah Guru.

Pembentukan qism ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan cita-cita beliau untuk menghadirkan lingkungan Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan yang hidup dengan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari.

Suasana semakin meriah dengan pengumuman dan penyerahan piagam penghargaan serta hadiah kepada santri dan santriwati kategori Terceria, Tersemangat, dan Terbersih. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Generasi Terbaik (أحسن الجيل) dan Asrama Terbaik (أحسن الغرف) periode Juli 2026. Sebagai bentuk apresiasi istimewa, asrama terbaik yang dipilih oleh Abah Guru akan memperoleh hadiah berupa tiket VVIP untuk kesempatan makan bersama Abah Guru di asrama.
Sebagai penutup, Abah Guru menyampaikan berbagai nasihat yang penuh hikmah kepada seluruh santri dan santriwati. Salah satu pesan yang beliau tekankan adalah pentingnya membiasakan penggunaan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari. Beliau berharap setiap kegiatan di lingkungan pondok, termasuk para pembawa acara dan seluruh petugas, mulai menggunakan bahasa Arab sebagai bagian dari pembiasaan dan penguatan lingkungan berbahasa.

Semoga melalui terselenggaranya Malam Puncak Gemilang sekaligus Tasyakuran 40 Hari Santri/Wati Baru ini, seluruh santri dan santriwati semakin tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlakul karimah, disiplin, serta istiqamah dalam menuntut ilmu.
Video Postingan By Dalpa Media: https://www.instagram.com/reel/Dbg79XsycIz/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Terakhir, Kita Doakan Semoga Sayyidul Walid Abah Guru, Ummi Beserta Keluarga Dipanjangkan Umur, Disehatkan Badan, Dikabulkan Segala Hajat, Dan Dimudahkan Segala Urusan-Urusan Beliau. Aamiin Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin…



