Ponpes Dalpa

Iftitah Santri dan Santriwati Kelas 3 Ulya Generasi 12 dan Generasi 9 SYUBBANUNNUJABA: Kenangan Indah yang Akan Selalu Membekas

DALPAREDAKSI — Alhamdulillah, pada hari Senin, 11 Mei 2026, telah terlaksana kegiatan iftitah atau rihlah pertama santri dan santriwati kelas 3 Ulya SYUBBANUNNUJABA generasi 12 dan generasi 9 yang berlangsung selama 2 hari 1 malam.

Iftitah atau rihlah pertama ini merupakan agenda dari Abah Guru yang melibatkan para santri dan santriwati kelas 3 Ulya untuk melakukan refreshing bersama beliau dengan menziarahi maqam para orang orang sholehin guna mendapat keberkahan dan nazrah dari para wali wali Allah yang diziarahi. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pemberian sanad musalsal serta ijazah dari Abah Guru kepada para santri dan santriwati kelas 3 Ulya, Seperti mushafahah, Wirid tan dan lain lain.

Iftitah ini bukan sekadar jalan jalan dan ziarah biasa, tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat, kebersamaan, serta persatuan antarsesama demi mewujudkan generasi yang gemilang, yang dapat membantu perjuangan dan mewujudkan keinginan Abah Guru serta membahagiakan hati beliau. Berikut susunan atau rangkaian acara iftitah kelas 3 Ulya santri dan santriwati SYUBBANUNNUJABA bersama Abah Guru.

Ziarah Datu Ahmad Balimau

Dari Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan, para santri dan santriwati berangkat menuju Balimau dengan menggunakan alat transportasi berupa bus. Perjalanan dimulai pada pukul 11.30 WITA yang diawali dengan pembacaan Khawajakan dan Ratibul Attas di masing-masing bus supaya  terjaga dan terpelihara daripada hal hal yang tidak diinginkan saat perjalanan.

Para santri dan santriwati tiba di Kubah Datu Ahmad Balimau pada pukul 12.27 WITA dan langsung duduk dengan rapi menunggu kedatangan sang Murabbi, yaitu Abah Guru, yang saat itu masih dalam perjalanan menuju kubah. Pada pukul 13.08 WITA, Abah Guru pun tiba. Kedatangan beliau disambut dengan lantunan qasidah Annabi Ya Man Hador yang dipenuhi gemuruh semangat sahutan qasidah dari para santri dan santriwati.

Setelah qasidah selesai dilantunkan, ziarah pun dimulai dengan dipimpin langsung oleh Abah Guru hingga selesai.

Turunnya Hujan, Menjadikan Keberkahan

Momen istimewa terjadi ketika ziarah di maqam Datu Ahmad Balimau. Di awal ziarah, ketika Abah Guru membacakan syair Salamullah Ya Sadah, hujan turun dengan sangat lebat membasahi Kota Balimau. Setelah selesai memimpin ziarah, Abah Guru pun duduk di tempat yang telah disediakan dan menyampaikan beberapa nasihat serta doa kepada para santri dan santriwati. Beliau berucap:

“Semoga dengan berkat hujan yang turun ini menjadi keberkahan, dan banyak dari SYUBBANUNNUJABA ini yang menjadi orang-orang alim, wali, dan dermawan.”

“Mudah-mudahan dengan berkat ziarah ke Datu Balimau, beliau mendoakan dan menazrah kita.”

Aamiin. Setelah penyampaian tersebut selesai, acara dilanjutkan dengan pembacaan kitab                   “الوْلوْ والمرجان” serta Manakib Datu Ahmad Balimau yang dipimpin oleh Abah Guru. Kegiatan tersebut berakhir pada pukul 14.40 WITA dan dilanjutkan makan bersama dengan Abah Guru, Dan setelah selesai makan, para santri dan santriwati kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.08 WITA menuju Kalampayan.

Ziarah Datu Kalampayan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Sebelum menuju Kalampayan, para santri dan santriwati terlebih dahulu melaksanakan shalat jama ta’khir zuhur ke asar di Masjid Nurul Falah Rantau. Setelah selesai, pada pukul 18.39 WITA para santri dan santriwati tiba di Kubah Datu Kalampayan. Mereka langsung duduk dengan rapi sambil menunggu kedatangan sang murabbi, yaitu Abah Guru, yang saat itu masih dalam perjalanan menuju kubah.

Pada pukul 18.59 WITA, Abah Guru pun tiba. Kedatangan beliau kembali disambut dengan lantunan qasidah Annabi Ya Man Hador yang dipenuhi gemuruh semangat sahutan qasidah dari para santri dan santriwati. Setelah qasidah selesai dilantunkan, ziarah pun dimulai.

Ziarah kembali dipimpin langsung oleh Abah Guru yang diawali dengan pembacaan syair Salamullah Ya Sadah, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin serta beberapa qasidah dan syair yang dibacakan oleh beliau.

Setelah rangkaian ziarah selesai, Abah Guru kembali menyampaikan beberapa penyampaian serta doa kepada para santri dan santriwati. Setelah itu, pada pukul 19.40 WITA, para santri kembali memasuki bus masing-masing yang sebelumnya telah didahului oleh para santriwati untuk menuju tempat tujuan berikutnya, yaitu Hotel Grand Qin Q Mall, sebagai tempat beristirahat sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya.

Pemberian Sanad Ijazah Serta Rauhah Bersama Abah Guru Di Hotel Grand Qin Q Mall Banjarbaru

Kegiatan hari kedua dimulai sejak waktu subuh. Pada pukul 05.28 WITA, para santri terlebih dahulu melaksanakan shalat subuh berjamaah yang diimami langsung oleh Abah Guru. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan wirid yang juga dipimpin oleh beliau.

Setelah selesai, pada pukul 05.38 WITA, Abah Guru menuju tempat duduk yang telah disediakan. Di sana, beliau kembali menyampaikan beberapa penyampaian serta nasihat kepada para santri. Setelah penyampaian tersebut selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian sanad dan ijazah dari Abah Guru. Sanad dan ijazah yang diberikan meliputi sanad mushafahah, tasbih, sorban, serta wirid, yang langsung beliau ijazahkan kepada para santri beliau.

Pemberian sanad musalsal dan ijazah tersebut diiringi lantunan ayat suci Al-Qur’an, yaitu Surah Yasin yang dibacakan oleh santri, serta lagu-lagu pondok yang dinyanyikan bersama dari para santri dengan penuh semangat sembari menunggu rangkaian pemberian sanad musalsal selesai.

Di sela-sela kegiatan tersebut, para santriwati juga ikut berkumpul bersama Abah Guru untuk rauhah. Dan disini, Abah Guru kembali menyampaikan beberapa serta nasihat kepada para santri dan santriwati. Setelahnya, kegiatan pun dilanjutkan dengan pemberian ijazah wirid dari Abah Guru kepada seluruh santri dan santriwati kelas 3 Ulya.

Setelah pemberian ijazah selesai, santri dan santriwati membaca Qosidah Syekh Semman dengan suara yang nyaring dan semangat, setelah itu kegiatan kembali dilanjutkan dengan hiburan yang ditampilkan oleh santri dan santriwati sebagai bentuk khidmat dan upaya untuk menghibur Sang Murabbi, yaitu Abah Guru. Dan acarapun diakhiri dengan Abah Guru yang mempersilahkan para santri dan santriwati bertanya kepada beliau, kalau kalau ada sesuatu yang ingin ditanyakan. maka satu perwakilan daripada santri dan satu daripada santriwati pun bertanya kepada beliau, dan Abah guru pun menjawab pertanyaan pertanyaan tersebut dengan jawaban yang rinci, dan mudah di pahami.

Setelah pemberian sanad ijazah dan rauhah Bersama Abah Guru selesai, kegiatan pun dilanjutkan dengan makan Bersama para santri dan santriwati dengan Abah Guru dihotel Grand Qin Q Mall.

Makan Bersama Para Santri Dan Santriwati Dengan Abah Guru Dan Berfoto Bersama

Setelah rangkaian pemberian sanad, ijazah, dan rauhah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama Abah Guru di area prasmanan yang telah disediakan. Makanan yang tersedia sangat beragam, dan dengan tertib santri serta santriwati mengambil hidangan pilihan mereka. Momen kebersamaan dalam jamuan makan ini berlangsung hingga sekitar pukul 09.00 WITA.

Ketika para santri sudah selesai makan, mereka pun langsung menuju ke loby hotel untuk berfoto bersama Abah Guru, para santri diatur menjadi perkelompok untuk berfoto Bersama Abah Guru, dan perkelompoknya berjumlah 20 orang.

Bagi para santri, foto ini akan menjadi kenangan yang sangat berarti, karena didalam foto mereka terkumpul Bersama guru murabbi mereka, yaitu abah guru.

Ziarah Datu Bajut Di Tungkaran

Setelah kegiatan para santri dan santriwati Bersama Abah Guru di Hotel Grand Qin Q Mall Banjarbaru selesai, pada sekitar pukul 11:00 WITA, mereka pun melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan berikutnya, yaitu ke Tungkaran untuk berziarah ke maqam Datu Bajut.

pada pukul 11:52  WITA, para santri dan santriwati tiba di Kubah Datu Bajut di Tungkaran. Santri dan santriwati pun langsung menunggu kedatangan Sang Murabbi, yaitu Abah Guru, yang saat itu masih dalam perjalanan menuju kubah.

Pada pukul  12:20 WITA, Abah Guru pun tiba. Kedatangan beliau kembali disambut dengan lantunan qasidah Annabi Ya Man Hador yang dipenuhi gemuruh semangat sahutan qasidah dari para santri dan santriwati.

Setelah qasidah selesai dilantunkan, ziarah pun dimulai. Seperti biasa, Abah Guru pun memulai ziarah dengan qasidah Salamullah Ya Sadah, beliau memimpin ziarah dari awal sampai akhir. Dan setelah ziarah selesai, para Santri dan santriwati pun menuju ke bus masing masing untuk melakukan perjalanan ke tujuan berikutnya, yaitu ke Kampung Melayu, untuk berziarah ke Maqam Syekh Muhammad Sya’rani Arif Al-Banjari.

Ziarah Syekh Muhammad Sya’rani Arif Al-Banjari Di Kampung Melayu

Pada pukul 13.05 WITA, Santri dan santriwati tiba di Kubah Syekh Muhammad Sya’rani Arif Al-Banjari. Mereka pun langsung duduk rapi untuk kembali menunggu kedatangan Sang Murabbi, yaitu Abah Guru, yang saat itu masih dalam perjalanan menuju kubah.

Pada pukul 13.13 WITA, Abah Guru pun tiba. Kedatangan beliau kembali disambut dengan qasidah Annabi Ya Man Hador yang disahut nyaring oleh para Santri dan santriwati dengan semangat yang masih menyala.

Tidak ada kata lelah bagi seorang murid apabila menyangkut gurunya. Itulah makna seorang murid yang sesungguhnya.

Seperti biasa, Abah Guru memulai ziarah dengan qasidah Salamullah Ya Sadah. Beliau memimpin ziarah dari awal hingga akhir. Dan sebagaimana biasanya pula, beliau tidak pernah lupa mendoakan para Santri dan santriwati beliau di setiap ziarah ke maqam para orang orang sholeh, terkhusus untuk SYUBBANUNNUJABA kelas 3 Ulya yang selalu beliau sebut di dalam doa doa beliau disetiap kali ziarah.

Pada pukul 13.30 WITA, ziarah pun selesai dan kegiatan iftitah resmi berakhir. Setelah itu, para santri dan santriwati kembali menuju bus masing-masing untuk pulang ke Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan tercinta.

*  *  *

Sekian rangkaian kegiatan iftitah santri dan santriwati kelas 3 Ulya SYUBBANUNNUJABA. Iftitah ini akan selalu dikenang dan diingat oleh para Santri dan santriwati karena terukir begitu banyak kenangan indah dan berkesan bersama Sang Murabbbi di dalamnya.

Perjalanan dan ziarah ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan yang sangat istimewa karena dijalani bersama guru tercinta, yaitu Abah Guru, Sang Murabbi yang para santri dan santriwati cintai dan muliakan.

Kegiatan iftitah ini juga hanya dapat dirasakan oleh santri dan santriwati yang telah mencapai kelas 3 Ulya. Maka, bagi para santri Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan maupun yang kelak ingin menuntut ilmu di sana, tetaplah semangat hingga mencapai kelas 3 Ulya. Karena di kelas 3 Ulya lah  yang begitu banyak momen momen dan kenangan indah bersama sang permata hati, yaitu Abah Guru.

Semoga dengan terlaksananya Iftitah ini, para santri dan santriwati kelas 3 Ulya SYUBBANUNNUJABA menjadi pribadi yang lebih semangat, bersatu, dan saling merangkul satu sama lain. Semoga mereka tumbuh menjadi generasi gemilang yang mampu mewujudkan harapan Abah Guru, membahagiakan hati beliau, serta menjadi generasi yang selalu beliau ingat dan kenang dengan penuh kebanggaan.

Dan semoga dengan berkat ziarah ke maqam para orang-orang Sholeh, doa Abah Guru, serta seluruh ilmu, sanad, ijazah, dan nasihat yang beliau berikan, para santri dan santriwati kelas 3 Ulya SYUBBANUNNUJABA senantiasa mendapatkan keberkahan di dunia maupun di akhirat, diberikan kesuksesan, kemuliaan, dan kekuatan untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Aamiin Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

https://www.instagram.com/dalpa_media/reel/DYVaZpZS9WW/

https://www.instagram.com/dalpa_media/reel/DYUp4WtS2yj/

https://www.instagram.com/dalpa_media/reel/DYUq9n-yXPo/

Terakhir, Kita Doakan Semoga Sayyidul Walid Abah Guru, Ummi Beserta Keluarga Dipanjangkan Umur, Disehatkan Badan, Dikabulkan Segala Hajat, Dan Dimudahkan Segala Urusan-Urusan Beliau. Aamiin Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *