Ponpes Dalpa

Rihlah Pertama Kelas 3 Ulya Generasi 11 “Jielunnubala” Bersama Sayyidul Walid.

The First Day

Banjarbaru, 14–15 Juli 2025, Dalpa Redaksi Dalam suasana penuh haru bahagia dan kebersamaan, Kelas 3 Ulya Generasi 11 Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan mengadakan kegiatan rihlah istimewa bersama Sayyidul Walid Abah Guru pada tanggal 14–15 Juli 2025. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan, namun sebuah moment emosional, sebuah perjalanan yang diukir indah penuh makna, dirancang untuk menjadi kenangan abadi dalam lembaran kehidupan kami yang akan segera menamatkan masa belajarnya.

Ziarah Awal Ke Tuan Guru KH. Anang Sya’rani

Sayyidul Walid Menuju Kubah.

Perjalanan dimulai pada pagi hari, Senin, 14 Juli 2025. Rombongan yang terdiri dari santri-santri Kelas 3 Ulya berangkat dari halaman Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan menuju destinasi awal, yakni makam almarhum Tuan Guru KH. Anang Sya’rani bin KH. Muhammad Arif yang terletak di Kampung Melayu, Martapura. Keberangkatan dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dengan estimasi waktu tempuh hingga tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WITA.

Sesampainya di makam, suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti para peserta rihlah. Sayyidul Walid Abah Guru memimpin langsung pembacaan amalan-amalan tertentu di area makam, yang kemudian dilanjutkan dengan pembawaan manakib singkat mengenai sosok Shohibul Maqom—sebagai bentuk penghormatan, penghayatan, sekaligus pembukaan resmi kegiatan rihlah penuh berkah ini.

Baca Juga : Iftitah Dan Ziarah Kelas 3 Ulya Generasi 11 & 8 “Aljielunnubalaa” Bersama Sayyidul Walid Abah Guru

Ijazah Wirid Di Tungkaran

Usai pelaksanaan ziarah, acara dilanjutkan dengan momen penting yang sangat dinanti para santri: pembagian ijazah wirid Annafahatul Ilahiyah Lengkap dari Sayyidul Walid Abah Guru. Wirid tersebut merupakan kumpulan amalan yang beliau peroleh selama menuntut ilmu, baik di Sekumpul maupun di Tanah Suci Mekkah. Penyerahan ijazah ini bukan hanya seremonial semata, namun merupakan keberkahan untuk bekal ruhani para santri dalam menghadapi masa depan. Sebagaimana kata beliau:

مدد الشىخ فى ورده

“Madad Dan Pertolongan Seorang Guru Ada Di Wirid-Wirid Yang Ijazahkan Beliau” (Sayyidul Walid)

Setelahnya, rombongan menikmati kebersamaan dalam santap siang bersama yang sarat kehangatan dan persaudaraan. Dijamu oleh salah satu santri kelas 3 ulya Jielunnubala yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Ziarah Kedua Di Pemakaman Desa Tungkaran

Perjalanan spiritual dilanjutkan dengan ziarah ke pemakaman di Desa Tungkaran, sebuah tempat yang oleh masyarakat disebut sebagai Tarim Hingga Zambal Kecil karena banyaknya maqam para waliyullah yang dimakamkan di sana. Di antara yang diziarahi adalah makam Tuan Guru Said Wali, Tuan Guru Abdul Wahab Bugis, dan Tuan Bajut—istri dari Datuk Kelampayan. Kegiatan ini sebagai wujud dari tabarruk dan memperkuat rasa hormat juga Taalluq irtibath para santri terhadap Aulia illah.

Keakraban dan Kegembiraan Di The Breeze Waterpark

Selepas ziarah dan ijazah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju The Breeze Waterpark Banjarbaru. Tempat ini menjadi lokasi untuk mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan ringan yang sarat makna kebersamaan. Berbagai lomba unik seperti lompat tali di atas air hingga Nawaina ala ma nawa bih syekh, Dimana para santri akan mengikuti arah setir kapal di tangan sayyidul walid abah guru. Semua diadakan untuk mencairkan suasana dan mempererat cinta antara kami dan Sayyidul Walid Abah Guru.

“Nawaina Ala Ma Nawa bihi Syekh”

Di tengah suasana kebersamaan, seluruh peserta merangkul teman masing-masing untuk menyanyikan lagu-lagu khas Santri Pondok Pesantren Dalam Pagar Kandangan yang sarat pesan cinta, tanda akan berakhirnya masa suatu generasi.

 Momen ini menjadi pengingat bahwa perjalanan mereka di pondok adalah bagian dari perjalanan emosional panjang yang membentuk karakter mereka.

Sayyidul Walid Abah Guru kemudian memberikan nasihat penutup yang penuh hikmah dan motivasi, membakar semangat para santri untuk terus istiqamah dan bersungguh-sungguh dalam menapaki fase kehidupan selanjutnya. Nasehat beliau menjadi penguat jiwa dalam mengakhiri masa belajar mereka di pondok tercinta.

Malam Bahagia di Acara “Langkah Kita”

Menjelang waktu Maghrib, para santri berkumpul di aula utama The Breeze Waterpark untuk melaksanakan salat Maghrib berjamaah bersama Sayyidul Walid Abah Guru. Setelahnya, digelar acara puncak bertajuk Langkah Kita (Langkah Kenangan Indah Tak Terlupakan). Acara ini diisi dengan pembawaan syair Habsyi yang menggugah hati, drama tentang sahabat Nabi, yaitu Abdullah bin Mas’ud, serta sambutan hangat dari Ketua Generasi, Wali Kelas, dan tentu saja Sayyidul Walid Abah Guru.

Malam ditutup dengan makan malam bersama, menambah rasa syukur dan kebersamaan yang begitu kental terasa di hati semua orang yang berhadir.

Dan perjalanan rombongan dalam pagar kandangan di teruskan menuju grand qin hotel untuk beristirahat 1 malam penuh.

Hari Kedua

Pada Selasa subuh, 15 Juli 2025, rombongan melaksanakan salat Subuh berjamaah di Hotel Grand Qin Banjarbaru. Setelahnya, digelar acara musafahah, serta musabaqah, lalu Tabarrukan tasbih, surban, dan imamah. Hingga Tabarrukan mencim darah Syekh Muhammad Zaini Kai Guru Sekumpul. Momen ini menjadi ukiran berharga yang begitu indah di hati kami, Aljielunnubala. Terima kasih Abah 😊.

Menjelang matahari terbit, diadakan sesi tanya-jawab interaktif bersama Sayyidul Walid Abah Guru Sang Permata Hati. Dalam suasana hangat namun haru, para santri menyampaikan pertanyaan dan curahan hati, yang dijawab dengan bijak dan berkesan oleh beliau.

Kegiatan ditutup dengan makan pagi bersama di perasmanan breakfast Grand Qin Hotel Banjarbaru, Sebuah penanda akhir berkesan dari rihlah yang begitu bermakna ini.

Doa Penutup

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian artikel dari kegiatan yang penuh dengan memori, makna, dan cinta ini, kami Seluruh Jurnalis Dalpa Redaksi memanjatkan doa tulus:

“Semoga Sayyidul Walid Abah Guru, Ummi beserta keluarga senantiasa diberi kesehatan, umur yang panjang, dikabulkan segala hajat, serta dimudahkan dalam setiap urusan beliau, semoga kami”Semoga Sayyidul Walid Abah Guru, Ummi Beserta Keluarga Senantiasa Diberi Kesehatan, Umur Yang Panjang, Dikabulkan Segala Hajat, Serta Dimudahkan Dalam Setiap Urusan Beliau. Semoga Kami Jielunnubala Bisa Menjadi Generasi Yang Bisa Mengabulkan Harapan Abah Guru, Menjadi Generasi Cerdas Yang Berjiwa Besar Nan Teladan”
Aamiin, Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *